PRAKTIKUM 7

DHCP SERVER

Dynamic Host Configuration Protocol, digunakan untuk melayani request Ip Address dari client. Gunanya adalah, kita tidak perlu lagi repot-repot mengkonfigurasi Ip pada computer, sebut saja Zero Configuration. Client akan meminta Ip Address pada server, kemudian server akan memberikan alokasi ip yang tersedia.

PERSIAPAN PRAKTIKUM

  • Laptop/PC dengan Sistem Operasi Debian
  • Laptop/PC dengan Sistem Operasi Windows
  • Menggunakan 2 ethernet card

1. Install Aplikasi DHCP Server

apt install isc-dhcp-server

Setelah instalasi jika menampilkan eror, maka abaikan saja dulu, hal itu terjadi karena dhcp servernya belum kita konfigurasi.

2. Konfigurasi DHCP

Tambahkan ip address baru pada ethernet yang ke dua, ethernet ini nanti yang akan dihubungkan ke jalur client

pico /etc/network/interfaces
pico /etc/default/isc-dhcp-server

Sesuaikan ens34 dengan nama ethernet Anda yang di gunakan untuk ke client, dan berikan tanda # pada baris INTERFACESv6

pico /etc/dhcp/dhcpd.conf

Sesuaikan dengan setingan di bawah ini.

Hilangkan tanda # pada authoritative;

Kemudian hilangkan tanda # mulai baris Subnet hingga } lalu sesuaikan konfigurasi nya

Subnet = isikan dengan subnet pada ethernet yang diarahkan ke LAN

Netmask = isi sesuai dengan netmask, sesuaikan dengan setingan ip pada ethernet yang diarahkan ke LAN

Range = merupakan nilai ip yang akan di berikan kepada LAN

/etc/init.d/isc-dhcp-server restart #atau dengan perintah

systemctl restart isc-dhcp-server
/etc/init.d/isc-dhcp-server status #atau dengan perintah
systemctl status isc-dhcp-server

Jika masih terdapat eror, perbaiki kembali setingan Anda

3. Pengujian

Seting network interface pada linux client menjadi seperti berikut

Hubungkan pc client Anda dengan server, lalu seting network nya secara dhcp, dan pastikan pc client Anda mendapatkan IP dari server Debian Anda

4. Melihat log dhcp debian server

Jalankan perintah berikut di server debian

tail -f /var/lib/dhcp/dhcpd.leases