PRAKTIKUM 4

KONFIGURASI IP ADDRESS

PERSIAPAN PRAKTIKUM

  • Laptop/PC dengan Sistem Operasi Debian
  • Alamat ip address yang akan di gunakan pada ether1 adalah 192.168.110.X/23 dan ether2 adalah 192.168.10.X/24 (ganti X dengan angka yang sudah ditentukan)
  • Nama host dan hostname

Topologi Jaringan

Berikut gambaran topologi dari skema jaringan yang akan kita konfigurasi

1. Konfigurasi TCP/IP

Konfigurasi IP Address pada sistem operasi Debian cukup mudah, hanya perlu mengedit file interfaces yang terletak pada folder /etc/network

Pastikan Anda berada pada posisi USER ROOT untuk melakukan konfigurasi dengan perintah su - kemudian isikan password root

Cek Interface ethernet yang aktif dan terbaca pada debian Anda

ip a

Catat dan ingat baik-baik nama interface yang terdeteksi, tiap pc bisa menghasilkan penamaan yang berbeda.

Seting konfigurasi ip dengan aturan main sebagai berikut :

ens33 IP : 192.168.110.X //ganti X dengan ip kalian masing-masing

Subnet : 255.255.254.0 //atau menggunakan /23

Gateway : 192.168.110.1

ens34 IP : 192.168.10.X //ganti X dengan ip kalian masing-masing

Subnet : 255.255.255.0 //atau menggunakan /24

pico /etc/network/interfaces

Tampilan awal

Tampilan setelah di konfigurasi

Sesuaikan IP nya ya

Simpan setingan Anda dengan cara ctrl + o (huruf o bukan huruf nol) lalu menekan enter

Keluar aplikasi ctrl + x

Untuk diketahui, didalam sistem operasi Linux, agar konfigurasi yang di buat langsung dapat di gunakan harus melakukan restart pada service tersebut.

/etc/init.d/networking restart

**atau**

systemctl restart networking

Silahkan gunakan salah satu saja

Cek kembali apakah setingan Anda sudah berhasil dengan perintah

ip a

Jika terdapat eror perikasa kembali konfigurasi yang telah Anda buat

Tes ke jaringan lokal yang tersedia, kita coba ping ke ip gateway lokal

ping 192.168.110.1

Jika sukses seperti ini tampilannya

Untuk mengaktifkan dan menonaktifkan ethernet gunakan perintah

ip link set dev ‘device’ up

atau

ip link set dev ‘device’ down

Jika masih terbiasa dengan perintah ifconfig, maka wajib melakukan instalasi paket net-tools

apt install net-tools
ifup ‘device’
ifdown ‘device’

Ganti ‘device’ dengan nama ether misal enp0s3 tanpa petik

Agar server Debian dapat terkoneksi ke Internet, harus kita tambahkan dns-name-server terlebih dahulu. Biasanya DNS tersebut, kita dapatkan dari ISP (Internet Service Provider). Daftarkan DNS tersebut pada file resolv.conf untuk mengarahkan server ke dns lokal dan ke dns publik (agar dapat terkoneksi ke internet)

pico /etc/resolv.conf

Umumnya file tersebut belum berisi konfigurasi sama sekali, isikan konfigurasi resolv.conf seperti berikut:

nameserver = 192.168.110.1      #(ip gateway)
nameserver = 8.8.8.8            #(ip dns 1 google)
nameserver = 8.8.4.4            #(ip dns 2 google)

Tes dengan ping ke domain publik, misal simanis.smkn1samarinda.sch.id

ping simanis.smkn1samarinda.sch.id

2. Konfigurasi Host Dan Hostname

HostName digunakan untuk penamaan pada setiap computer dalam jaringan, agar memiliki nama mesin yang berbeda. HostName tersebut memudahkan kita dalam membedakan setiap computer dalam jaringan, dibandingkan menghafal setiap IP Address yang berbentuk numerik. Pada system operasi Linux dan Windows, layanan tersebut berjalan pada protocol NetBIOS.

Secara otomatis, ketika kita meng-install system operasi Debian, kita akan ditanya terlebih dahulu tentang pemberian nama HostName tersebut. Namun kita masih dapat mengubah nama HostName tersebut, tanpa install ulang tentunya.

pico /etc/hosts

Ubah hingga hasil akhirnya seperti berikut

IP = 192.168.10.1 //Gunakan IP pada eth yang mengarah ke LAN Client

Domain = tjkt.com //Isikan dengan nama doman kalian masing-masing

Nama host = tjkt-server //Isikan dengan nama host kalian masing-masing

pico /etc/hostname

Sesuaikan nama hostname dengan nama kalian masing-masing